CILEGON- Matadunianews.com– Upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Hal itu ditunjukkan oleh Wowo, Ketua RW di Lingkungan Cilentrang, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, yang konsisten menggerakkan kegiatan pertanian sederhana dan menjadi teladan bagi para pemuda milenial.
Wowo yang akrab disapa warga, setiap hari menjalani rutinitas di kebun sejak pukul 05.00 hingga 09.00 pagi. Ia menanam jagung, menyiram tanaman, hingga memberikan pupuk secara mandiri. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi para pemuda untuk mencontoh dan mengikuti langkah positif dalam bertani,” ujarnya.
Menurut Wowo, generasi muda harus memiliki pola pikir kreatif, cemerlang, dan berani melakukan perubahan. Ia menilai bertani merupakan langkah konkret yang bermanfaat, ketimbang menunggu peluang yang belum pasti. “Kita jangan hanya terpaku pada kegiatan proyek yang belum tentu menghasilkan. Dengan bertani, insyaallah hasilnya nyata untuk kesejahteraan,” tambahnya.
Wowo juga menekankan pentingnya semangat membangun diri melalui kerja keras dan kemandirian. Baginya, bertani bukan hanya soal menghasilkan pangan, tetapi juga wujud kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Anak muda harus berani berubah. Jangan biarkan hidup sia-sia. Mari sing-singkan lengan baju, berbuat sesuatu untuk keluarga dan lingkungan. Menanam jagung adalah salah satu langkah nyata demi tercapainya ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Kehadiran Wowo sebagai sosok inspiratif di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari hal kecil, dengan melibatkan generasi muda untuk terjun langsung ke dunia pertanian.
Penulis: (Romi)