SERANG- Matadunianews.com- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Pekijing, Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Minggu (31/8/2025), berlangsung istimewa. Warga setempat menggelar tradisi khas yang dikenal dengan Panjang Mulud atau Ngeropok, sebuah warisan budaya turun-temurun yang masih terjaga hingga kini.
Dalam tradisi tersebut, warga secara gotong-royong menciptakan hiasan raksasa berbentuk kerbau, banteng, macan, kuda, gajah, hingga perahu. Namun karya tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan diisi dengan sembako serta berbagai kebutuhan pokok untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Arak-arakan Panjang Mulud digelar meriah. Puluhan hiasan diarak keliling kampung, sebelum akhirnya dipajang di jalan dan taman sebagai tontonan sekaligus kebanggaan warga. Usai acara, seluruh isi Panjang Mulud dibagikan kepada para undangan dan masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bentuk syukur, sedekah, sekaligus cara kami menjaga silaturahmi,” ujar Edi Supriyadi, tokoh masyarakat setempat.
Selain arak-arakan, peringatan Maulid Nabi diisi pula dengan pengajian, zikir, dan ceramah agama yang dihadiri ribuan jamaah. Suasana khidmat berpadu dengan kegembiraan, menjadikan momentum Maulid Nabi di Kota Serang bukan hanya sebagai ritual keagamaan, melainkan juga pesta budaya penuh makna.
Tradisi Panjang Mulud diyakini mampu memperkuat iman sekaligus meneguhkan nilai gotong-royong yang telah lama menjadi ruh masyarakat Banten.
(Red)