SERANG- Matadunianews.com- Tahun ajaran baru seharus nya menjadi awal harapan bagi ribuan siswa dan orang tua
Namun bagi sebagian keluarga, bel sekolah justru menjadi isyarat derita baru yang datang berkedok” bahan seragam sekolah SMA Negeri 1 Kibin diduga melakukan pemungutan seragam sekolah seperti baju putih abu-abu, olahraga, baju batik, dasi, topi, dan atribut sampai mencapai sebesar Rp.1.200.000 juta ribu rupi’ah
Ditengah gegap gempita penerimaan siswa baru, terselip suara-suara lirih para orang tua yang di himpit oleh beban tertulis, membeli baju seragam putih abu-abu, atribut sekolah, dasi, topi, baju olahraga, dan batik
Diduga total biaya bisa menyentuh Rp. 1.200.000 ribu rupi’ah jumlah yang tidak masuk akal bagi keluarga dengan penghasilan harian seperti buruh, pedagang keliling, dan petani kecil, ataupun masyarakat berpenghasilan rendah
Salah satu wali murid yang enggan di sebutkan nama nya menyampaikan bahwa untuk mendapatkan perlengkapan sekolah komplit berupa seragam baju putih abu-abu, baju olahraga, baju batik, dasi, topi, dan atribut harus membayar Rp. 1.200.000 ribu rupi’ah
“Saya harus membayar Rp. 1.200.000 ribu rupi’ah untuk membayar baju putih abu2, baju olahraga, baju batik, dasi, topi, dan atribut, padahal kalau beli topi, dasi, atribut di luar paling berapa sih harga nya itu kan murah” ungkap, selasa 26/8/2025
Ada nya hal tersebut awak media mencoba mendatangi siswa yang tidak mau di sebutkan nama nya diri nya mengatakan” iya pak saya membayar untuk baju putih abu-abu, baju olahraga, baju batik, atribut, topi, dasi, sebesar Rp. 1.200.000 ribu rupiah
“Iya pak saya kelas satu atau kelas sepuluh, kalau untuk membayar seragam sekolah ada yang Rp. 1.200.000 ribu rupiah dan ada yang bayar Rp. 700.000 dan saya sudah bayar Rp. 1.200.000 ribu rupi’ah buat baju putih abu-abu, baju olahraga, baju batik, atribut, topi, dasi, itu yang bayar nya Rp. 1.200.000 ribu rupiah
Tapi kalau yang bayar nya Rp. 700,000 ribu rupiah hanya mendapatkan baju olahraga, baju batik, untuk atribut gak di kasih” cetus nya, Selasa 26/8/2025
Setelah awak media mendatangi sekolah tersebut sangat di sayangkan kepala sekolah tidak menemui
Kepala sekolah sedang ada rapat jadi cukup ke saya aja pak, ujar salah satu dewan guru atau humas inisial (P)
Kalau maslah seragam sekolah putih abu-abu di sini tidak mengeluarkan hanya sebatas atribut, baju olahraga, dan batik saja, karena untuk logo atribut sekolah yang mengeluarkan jadi tidak ada kalau beli di luar, Masalah ada nya pungutan yang Rp. 1.200.000 ribu rupiah saya kurang tau, kalau misalkan ada untuk seragam putih abu-abu itu di serahkan ke koprasi” ungkap nya, Selasa, 26/8/2025
Ditempat terpisah, Nurul ulum selaku pimpinan redaksi Matadunianews angkat bicara
“Sangat menyayangkan ada nya sekolah negeri yang diduga masih memungut pembayaran buat seragam sekolah putih abu-abu dan atribut sekolah
Masih kata ulum, saya aken coba konfirmasi ke pihak dinas pendidikan, bila perlu ke ibu bupati atau pak gubernur atau wakil gubernur terkait SMA Negeri 1 Kibin yang diduga masih ada nya pemungutan buat seragam sekolah putih abu-abu datribut” ucap nya, selasa 26/8/2025
(Deni)